Pemukiman-pemukiman dan kota-kota tumbuh dengan cepat di negara-negara berkembang. Proses ini sering disertai oleh meningkatnya kemiskinan dan kelaparan, meskipun banyak juga penduduk kota terikat kepada kegiatan pertanian untuk memenuhi kebutuhan pangannya. Para penentu kebijakan perlu mengenal kenyataan ini dan aktip memanfaatkan peluang yang ditawarkan oleh pertanian kota.

Kelaparan – Sebuah Perkembangan yang Memprihatinkan

Suatu perkembangan yang memprihatinkan yaitu terjadinya kelaparan pada kaum miskin kota yang sebagian besar dari pendapatannya disisihkan untuk membeli makanan, di mana pada tahun 2007-2008 krisis harga pangan sangat menyulitkan mereka. Masyarakat miskin kota juga menderita dari pengaruh kemunduran ekonomi dunia, yang mengurangi kesempatan kerja dan pendapatan mereka.

Pertanian dapat membantu menyangga dampak krisis tersebut. Sementara sebagian besar pertanian merupakan fenomena pedesaan yang luas, pertanian kota dapat juga membantu meningkatkan daya tahan kaum miskin kota terhadap guncangan dari luar dan meningkatkan akses mereka kepada sayuran segar, buah-buahan dan produk-produk peternakan.

Mekanisme ini sangat relevan di daerah-daerah di mana infrastruktur tidak memadai dan biaya tinggi dalam transportasi menambah kelangkaan barang dan biaya produksi pertanian. Beberapa petani perkotaan juga dapat menawarkan barang dagangannya di pasar lokal dan memanfaatkan pendapatannya untuk kepentingan masing-masing keluarganya.

Apakah itu Pertanian Kota?

Pertanian kota menggambarkan produksi pertanian dan peternakan di dalam perkotaan dan daerah sekitarnya. Hal ini dapat berupa usaha tanaman sayuran di pekarangan sampai kegiatan pertanian pada masyarakat yang tergabung dalam asosiasi atau kelompok rumah tangga.

Dalam areal pinggiran kota, produksi pertanian sering dilaksanakan secara intensif dan orientasi komersil, namun pertanian di dalam kota umumnya dilaksanakan pada skala lebih kecil. Umumnya dilaksanakan di ruang publik dan tanah milik perorangan yang kosong tidak digarap, pada lahan basah dan daerah yang belum berkembang. Ada juga pada lahan-lahan yang secara tradisional telah digarap, seperti misalnya tepian sungai, kini menjadi lebih intensif.

posted by :

Yusuf Adi Nugroho

Fakultas Kedokteran Hewan IPB / B04100022

ARTI SHOLAT
Sholat ialah berhadap hati kepada Allah sebagai ibadah dalam bentuk beberapa perkataan dan perbuatan, yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam serta menurut syarat-syarat yang telah ditentukan sya’ra.

Dalil yang mewajibkan shalat
Dalil yang mewajibkan shalat banyak sekali, baik dalam Al’Quran maupun dalam Hadits Nabi Muhammad saw.
Dalil ayat-ayat Al-Qur’an yang mewajibkan shalat antara lain :

WA AQIIMUSH-SHALAATA WA AATUZ-ZAKAATA WARKA’UU MA’AR-RAAKI’IIN.
Artinya : “Dan dirikanlah shalat, dan keluarkanlah zakat, dan tunduklah rukuk bersama-sama orang-orang yang rukuk.” (S. Al-Baqarah : 43)

WA AQIMISH-SHALAATA INNASH-SHALAATA TANHAA’ANIL-FAKHSYAA’I WAL-MUNKAR.
Artinya : “Kerjakanlah shalat, sesungguhnya shalat itu mencegah perbuatan yang jahat (keji) dan yang mungkar.” (S. Al-Ankabut : 45)

Perintah shalat ini hendaklah ditanamkan ke dalam hati dan jiwa anak-anak dengan cara pendidikan yang cermat, dan dilakukan sejak kecil, sebagaimana tersebut dalam hadits Nabi Muhammad saw. sbb :

MURUU AULAADAKUM BISH-SHALAATI WA HUM ABNAA’U SAB’I SINIIN WADHRIBUUHUM ‘ALAIHAA WA HUM ABNAA’U’ASYRI SINIIN.
Artinya : “Perintahlah anak-anakmu mengerjakan shalat di waktu usia mereka meningkat tujuh tahun, dan pukullah (kalau enggan melakukan shalat) di waktu mereka meningkat usia sepuluh tahun.” (HR. Abu Dawud)

Nama   : Yusuf Adi Nugroho

NRP    : B04100022

Laskar : 26 (Kemanusiaan – Munir)

CERITA INSPIRASIKU – EDMOND HALLEY

Dalam setiap abad ada banyak komet ditemukan yang hadir dengan cahaya lebih terang dan spektakuler. Namun, dari sekian banyak komet yang pernah tercayay dalam sejarah kehidupan umat manusia, hanya komet Halley yang melegenda, paling sering diingat, dan dibicarakan orang.

Ya, Halley, komet periode pendek yang melakukan penampakan setiap 75 tahun atau 76 tahun sekali. Hanya saja sebelum abad-17, komet tersebut tidak dikenali sebagai obyek yang sama saat ia muncul pada periode kemunculan berikutnya. Berkat jasa Edmond Halley kita mengetahui perilaku kemunculan komet tersebut.

Edmond Halley, astronom dan matematikawan Inggris adalah orang pertama yang mempelajari komet tersebut. dia percaya bahwa komet tersebut adalah komet periodic yang datang setiap beberapa tahun. Halley melakukan pengamatan pada komet tersebut tahun 1682. Setelah yakin obyek yang diamati memiliki kesamaan dengan dua komet yang diamati Petrus Apianus pada 1531 dan Johannes Kepler di Praha pada 1607. Halley berkesimpulan bahwa ketiga komet tersebut adalah obyek yang sama dan akan selalu muncul tiap 76 tahun.

Bakat laur biasa Halley sudah terlihat sejak dia masih kanak-kanak. Halley lahir pada 8 November 1656 dari sebuah keluarga kaya raya di Haggerston, Shoredith, dekat London, Inggris. Ayahnya, Edmond Halley adalah seorang pengusaha pembuat sabun yang menjual produknya keseluruh Eropa.

Ketika Halley berusia 10 tahun, ayahnya jatuh bangkrut menyusul terjadinya kebakaran besar yang menghanguskan harta benda milik mereka. Meski demikian, sang ayah tetap berusaha memberikan pendidikan yang terbaik kepada anaknya dengan meyekolahkan Halley ke sekolah pilihan, St. Paul.

Di sekolah inilah dia memperlihatkan bakatnya yang luar biasa, memiliki kemampuan sama hebatnya untuk musik klasik dan matematika, mengobservasi perubahan dalam variasi kompas, dan mempelajari benda-benda anatariksa.

Pada usia 17 tahun, Halley masuk ke Queen’s College Oxford (1673). Ketika masuk, dia seolah sudah mempersiapkan diri sebagai seorang pakar astronom dengan sejumlah peralatan yang memadai yang dibeli oleh ayahnya. Halley mulai bekerja dengan John Flamsteed, seorang astronom dari The Royal Society, pada 1675 yang membantunya dengan berbagai pengamatan.

Dalam kertas kerjanya yang dipublikasikan di The Philosophical Transaction of the Royal Society pada 1675, John Flamsteed memeperkenalkan Edmond Halley, seorang anak muda penuh bakat dari Oxford yang hadir pada berbagai pengamatan dan membantuFlamsteed secara hati-hati dalam banyak kegiatan pengamatan. Halley membuat pengamatan penting di Oxford, termasuk terjadinya gerhana Mars oleh Bulan pada 21 Agustus 1676 yang dipublikasikan di Philosophical Transactions of the Royal Society.

Halley menghentikan pendidikan pada November 1676 dan berlayar ke Pulau St. Helena, wilayah di sebelah selatan ekuador. Kepergian ke St. Helena tampaknya terkait dengan pembukaan Royal Observatory di Greenwich pada 1675. saat itu, Flamsteed mendapat tugas melakukan pemetaan mengenai bintang-bintang di bumi belahan selatan dan Halley diputuskan melengkapi program tersebut dengan tugas yang seharusnya dikerjakan Flamsteed.

Sayangnya, tugas tersebut tidak didukung pendanaan yang memadai. Halley hanya mendapat dukungan dari sang ayah dan dari sedikit orang yang disurati oleh Raja Charles II di East India Company agar membantu Halley dan koleganya di St. Helena.

Orang penting lainnya yang mendukung Halley adalah Presiden the Royal Society Brouncker dan sosok yang sangat berpangaruh dalam pendirian The Royal Observatory di Greenwich, yaitu Johanes Moore. Meskipun menghadapi berbagai kendala selama di St. Helena, setelah bekerja selama 18 bulan Halley berhasil menyusun daftar 341 bintang di belahan selatan ekuator dan menemukan gugusan bintang rasi Centaurus.

Halley kembali ke Inggris pada 1678 dan mempublikasikan daftar bintang di bumi belahan selatan. Meski tidak menamatkan sekolah di Oxford, dia mampu membawa dirinya dalam reputasi sebagai salah satu astronom berpengaruh.

Berbagai penghargaan pun dengan cepat datang padanya. Bahkan, ia lulus dari Oxford pada 3 Desember 1678 tanpa harus melewati ujian. Dia lulus atas maklumat dan perintah Raja Charles II. Dia juga terpilih menjadi anggota The Royal Society pada 30 November 1678 ketika berusia 22 tahun sehingga menjadikannya sebagai anggota termuda.

Pada 1720, Halley berhasil menggantikan John Flamsteed sebagai astronom The Royal Society. Posisi ini dia pegang hingga kematiannya. Dari sisi pencapaian, dia cukup spektakuler, bayangkan saja. Diusianya yang relative muda, 26 tahun, dia seudah berani mengambil kesimpulan ada satu komet yang datang secara periodik setiap 76 tahun. Saat itu Halley sudah menjadi anggota The Royal Society.

Umumnya anggota The Royal Society adalah pada ilmuwan yang sudah berumur sehingga keanggotaan Halley di usia yang demikian belia merupakan prestasi tersendiri. Karena prestasinya itulah dia kemudian menjadi terkenal dan mencapai kemasyhuran.

Kemasyhuran yang dicapai dengan relative cepat dan mudah itulah yang justru mendorong Halley terlibat dalam intrik dan rivalitas dengan senior dan mentornya, Flamsteed, yang berkali-kali menyrang Halley. Demikian pula sebaliknya, Halley yang sebelumnya cenderung menghindar, menyerang balik dengan menyebut Flamsteed sebagai ilmuwan yang payah, introvert, dan kehilangan rasa social.

Karena kedekatannya dengan Sir Issac Newtown, Halley juga harus terlibat kontroversi dengan Leibniz, matematikawan Jerman, dalam menentukan siapa sebenarnya penemu kalkulus, Newton atau Leibniz. Halley dikenal sangat dekat dengan Newton.

Sejak 1696, dia secara hati-hati melakukan studi terhadap orbit komet, menurut Newton, orbit komet berbentuk parabola, namun Halley percaya oerbit Eliptikal bisa saja terjadi.

Dengan menggunakan teorinya mengenai orbit komet, Halley menghitung bahwa komet yang muncul pada 1682 (sekarang disebut komet Halley) adalah komet periodic dan obyek yang sama sebagai komet yang muncul pada 1531 dan 1607. Lalu, dia mengidentifikasi komet ini sebagai komet yang sama yang muncul pada 1305,1380 dan 1456.

Pada 1705, Halley memublikasikan prediksinya dalam Synopsis Astronomia Cometicae bahwa komet tersebut akan kembali muncul setiap 76 tahun, seraya menyebutkan bahwa komet diperkirakan akan muncul kembali pada Desembr 1758. perhitungan yang dilakukan Halley jelas bukan pekerjaan mudah karena dia harus mempertimbangkan terlebih dahulu gangguan orbit oleh Planet Jupiter.

Halley tidak sempat menyaksikan komet yang dia prediksi kemuculanyya karena terlebih dahulu meninggal pada 25 Januari 1742. Namun, dia kemudian mencapai ketenaran abadi ketika komet tersebut teramati pada 25 Desembr 1758. Ini adalah sebuah pencapaian yang melebihi apa yang diharapkan Halley sendiri.

Edmond Halley termasuk salah satu astronom yang Masyhur. Meski jasadnya sudah terbujur kaku di Gereja St. Margaret di Lee, sebelah tenggara Kota London, namanya akan dikenang sepanjang masa.

Nama   : Yusuf Adi Nugroho

NRP    : B04100022

Laskar : 26 (Kemanusiaan – Munir)

CERITA INSPIRASI

Nama saya Yusuf Adi Nugroho. Saya berasal dari Kota Malang, Jawa Timur. Saya adalah anak kedua dari dua bersaudara. Saya merupakan alumni dari SMA Negeri 1 Malang. Kakak saya bernama Irfan Hartanto. Dia adalah salah seorang lulusan Politeknik Elektro Negeri Sepuluh November (PENS) ITS Surabaya. Saat ini, dia bekerja sebagai mechanical engineering di PT. Medco Energy Tbk.

Ayah saya bernama Dr. Ir. Didik Harnowo, MS. Beliau adalah seorang pegawai negeri sipil di Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertanian RI. Beliau menamatkan pendidikan strata satu (S1) di Institut Pertanian Bogor (IPB) angkatan 15 fakultas pertanian, departemen agronomi (saat itu). Selain itu, beliau juga menamatkan pendidikan pascasarjana strata dua (S2) di Institut Pertanian Bogor.

Kemudian beliau mendapatkan kesempatan untuk menamatkan pendidikan strata tiga (S3) di Univesity Putra Malaysia. Saat ini, beliau menjabat kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Propinsi Sumatera Utara. Ibu saya bernama Koesniah, S.Pd. Beliau adalah seorang guru matematika di SMP Negeri 1 Malang. Beliau menamatkan pendidikan strata satu (S1) di Universitas Muhammadiyah Malang.

Berdasarkan latar belakang keluarga inilah, sejak kelas X SMA, saya telah menetapkan pilihan untuk melanjutkan kuliah di antara dua perguruan tinggi nasional yaitu Institut Pertanian Bogor (IPB) atau Institut Teknologi Bandung (ITB). Pada saat itu, saya memiliki pandangan bahwa jika saya ke ITB maka saya akan memilih jurusan teknik kimia atau teknik sipil. Alasan pemilihan jurusan tersebut adalah adanya dorongan yang sangat kuat dari pihak paman-paman saya. Karena dua orang diantaranya adalah alumni ITB jurusan teknik sipil dan lingkungan dan salah seorang lagi alumni ITB jurusan teknik kimia.

Ayah saya menyarankan agar saya masuk ke Institut Pertanian Bogor. Hal pertama yang saya pikirkan adalah, ketika saya menjadi mahasiswa nanti, saya akan diajari cara bertani. Namun, seiring berjalannya waktu, saya terus mencari informasi, baik melalui media cetak, internet, maupun bertanya lebih lanjut pada ayah saya.

Kesan pertama yang saya tangkap adalah “kesederhanaan”. Satu kata inilah yang mampu mewakili citra Institut Pertanian Bogor di mata saya. Ayah saya berasal dari sebuah desa kecil dengan kemampuan ekonomi yang relatif rendah. Namun pada saat itu, kedua orang tua beliau mampu mengirimkan beliau untuk mendapatkan pendidikan terbaik di kampus hijau Institut Pertanian Bogor.

Dengan mengusung semangat sebagai kampus rakyat, Institut Pertanian Bogor telah membuktikan kepada seluruh masyrakat Indonesia dan Dunia, dengan menghasilkan berbagai macam penelitian-penelitian yang sangat bermanfaat bagi masyarakat, bahwa tidak selalu kesuksesan suatu pola pendidikan ditentukan oleh banyaknya materi (kekayaan). Karenya harta akan habis, namun ilmu tak akan pernah bisa habis.

Hal inilah yang mendorong saya untuk semakin mantap untuk memilih Institut Pertanian Bogor sebagai tempat saya untuk melanjutkan pendidikan saya ke jenjang yang lebih tinggi lagi. Langkah nyata yang saya lakukan adalah mengikuti USMI (Undangan Saringan Masuk IPB). Ketika dating surat undangan tersebut dari Bogor, saya segera mengisinya.

Namun ketika saya hendak memilih jurusan, saya mulai bingung dibuatnya. Banyak istilah-istilah yang belum akrab di benak saya. Seperti silvikultur,proteksi tanaman, dan lain-lain. Akan tetapi, disertai membaca bismillahhirrohmanirrahim, saya memilih fakultas kedokteran hewan.

Pilihan saya ini, tidak sekedar meilih saja. Namun saya juga banyak pertimbangan. Saya teringat, ketika satu tahun yang lalu saya berkunjung ke Medan tepatnya di Loka Penelitian Kambing (Lolit Kambing ), di sana saya bertemu dengan kepala Lolit Kambing, Dr. Simon Petrus Ginting, yang tak lain adalah teman ayah saya. Banyak hal yang beliau jelaskan kepada saya tentang seluk beluk menangani masalah hewan.

Tidak hanya teori, namun beliau dengan sigap menunjukkan secara langsung, bagaimana proses inseminasi buatan itu dilakukan terhdap kambing guna mendpatkan keturunan yang unggul. Lama kami berbincang, hingga selesai beliau menjelaskan kepada saya satu demi satu proses inseminasi buatan tersebut.

Selain pengalaman di Medan tersebut, yang menjadi alasan terkuat saya untuk memilih masuk ke fakultas kedokteran hewan adalah informasi dari ayah saya, yang mengatakan bahwa “Indonesia mencanangkan untuk swasembada daging pada tahun 2014”. Tercetuslah ide untuk turut serta dalam usaha suksesi program tersebut.

Setelah beberapa bulan menunggu hasil pengumuman, Alhamdulillah, saya diterima di fakultas kedokteran hewan IPB. Betapa bahagianya saya, ditengah teman-teman saya yang masih memikirkan, ke mana mereka akan melanjutkan pendidikan tinggi selanjutnya.

Tidak saya sangka dan tidak saya duga sebelumnya, fakultas kedokteran hewan IPB adalah fakultas kedokteran hewan yang tidak saja terbaik di Indonesia namun juga terbaik di Asi Tenggara dengan dukungan rumah sakit hewan terbesar di Asia Tenggara.

SEARCHING AND SERVING THE BEST

VIVA VETERINER

Kisah spiritual anak kecil yang memeluk islam hanya karena dia baca mengenai buku Islam, setelah sebelumnya orang tuanya memberinya semua buku semua agama yang ada di dunia, Orang tua mutusin agar anaknya sendiri yang memilih agamanya.

Rasulullah saw bersabda: ”Setiap bayi yang dilahirkan dalam keadaan fitrah. Maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, atau Nasrani, atau Majusi.” (HR. Bukhari). Kisah bocah Amerika ini tidak lain adalah sebuah bukti yang membenarkan hadits tersebut di atas.

Alexander Pertz dilahirkan dari kedua orang tua Nasrani pada tahun 1990 M. Sejak awal ibunya telah memutuskan untuk membiarkannya memilih agamanya jauh dari pengaruh keluarga atau masyarakat. Begitu dia bisa membaca dan menulis maka ibunya menghadirkan untuknya buku-buku agama dari seluruh agama, baik agama langit atau agama bumi. Setelah membaca dengan mendalam, Alexander memutuskan untuk menjadi seorang muslim.

Padahal ia tak pernah bertemu muslim seorangpun. Dia sangat cinta dengan agama ini sampai pada tingkatan dia mempelajari sholat, dan mengerti banyak hukum-hukum syar’i, membaca sejarah Islam, mempelajari banyak kalimat bahasa Arab, menghafal sebagian surat, dan belajar adzan. Semua itu tanpa bertemu dengan seorang muslimpun. Berdasarkan bacaan-bacaan tersebut dia memutuskan untuk mengganti namanya yaitu Muhammad ’Abdullah, dengan tujuan agar mendapatkan keberkahan Rasulullah saw yang dia cintai sejak masih kecil. Salah seorang wartawan muslim menemuinya dan bertanya pada bocah tersebut. Namun, sebelum wartawan tersebut bertanya kepadanya, bocah tersebut bertanya kepada wartawan itu, ”Apakah engkau seorang yang hafal Al Quran ?”

Wartawan itu berkata: ”Tidak”. Namun sang wartawan dapat merasakan kekecewaan anak itu atas jawabannya.

Bocah itu kembali berkata , ”Akan tetapi engkau adalah seorang muslim, dan mengerti bahasa Arab, bukankah demikian ?”. Dia menghujani wartawan itu dengan banyak pertanyaan.

”Apakah engkau telah menunaikan ibadah haji ? Apakah engkau telah menunaikan ’umrah ? Bagaimana engkau bisa mendapatkan pakaian ihram ? Apakah pakaian ihram tersebut mahal ? Apakah mungkin aku membelinya di sini, ataukah mereka hanya menjualnya di Arab Saudi saja ? Kesulitan apa sajakah yang engkau alami, dengan keberadaanmu sebagai seorang muslim di komunitas yang bukan Islami ?”

Setelah wartawan itu menjawab sebisanya, anak itu kembali berbicara dan menceritakan tentang beberapa hal berkenaan dengan kawan-kawannya, atau gurunya, sesuatu yang berkenaan dengan makan atau minumnya, peci putih yang dikenakannya, ghutrah (surban) yang dia lingkarkan di kepalanya dengan model Yaman, atau berdirinya di kebun umum untuk mengumandangkan adzan sebelum dia sholat. Kemudian ia berkata dengan penuh penyesalan, ”Terkadang aku kehilangan sebagian sholat karena ketidaktahuanku tentang waktu-waktu sholat.”

Kemudian wartawan itu bertanya pada sang bocah, ”Apa yang membuatmu tertarik pada Islam ? Mengapa engkau memilih Islam, tidak yang lain saja ?” Dia diam sesaat kemudian menjawab.

Bocah itu diam sesaat dan kemudian menjawab, ”Aku tidak tahu, segala yang aku ketahui adalah dari yang aku baca tentangnya, dan setiap kali aku menambah bacaanku, maka semakin banyak kecintaanku”.

Wartawab bertanya kembali, ”Apakah engkau telah puasa Ramadhan ?” Muhammad tersenyum sambil menjawab, ”Ya, aku telah puasa Ramadhan yang lalu secara sempurna. Alhamdulillah, dan itu adalah pertama kalinya aku berpuasa di dalamnya. Dulunya sulit, terlebih pada hari-hari pertama”. Kemudian dia meneruskan : ”Ayahku telah menakutiku bahwa aku tidak akan mampu berpuasa, akan tetapi aku berpuasa dan tidak mempercayai hal tersebut”.

”Apakah cita-citamu ?” tanya wartawan. Dengan cepat Muhammad menjawab, ”Aku memiliki banyak cita-cita. Aku berkeinginan untuk pergi ke Makkah dan mencium Hajar Aswad”.

”Sungguh aku perhatikan bahwa keinginanmu untuk menunaikan ibadah haji adalah sangat besar. Adakah penyebab hal tersebut ?” tanya wartawan lagi.

Ibu Muhamad untuk pertama kalinya ikut angkat bicara, dia berkata : ”Sesungguhnya gambar Ka’bah telah memenuhi kamarnya, sebagian manusia menyangka bahwa apa yang dia lewati pada saat sekarang hanyalah semacam khayalan, semacam angan yang akan berhenti pada suatu hari.

Akan tetapi mereka tidak mengetahui bahwa dia tidak hanya sekedar serius, melainkan mengimaninya dengan sangat dalam sampai pada tingkatan yang tidak bisa dirasakan oleh orang lain”.

Tampaklah senyuman di wajah Muhammad ’Abdullah, dia melihat ibunya membelanya. Kemudian dia memberikan keterangan kepada ibunya tentang thawaf di sekitar Ka’bah, dan bagaimanakah haji sebagai sebuah lambang persamaan antar sesama manusia sebagaimana Tuhan telah menciptakan mereka tanpa memandang perbedaan warna kulit, bangsa, kaya, atau miskin.

Kemudian Muhammad meneruskan, ”Sesungguhnya aku berusaha mengumpulkan sisa dari uang sakuku setiap minggunya agar aku bisa pergi ke Makkah Al-Mukarramah pada suatu hari. Aku telah mendengar bahwa perjalanan ke sana membutuhkan biaya 4 ribu dollar, dan sekarang aku mempunyai 300 dollar.”

Ibunya menimpalinya seraya berkata untuk berusaha menghilangkan kesan keteledorannya, ”Aku sama sekali tidak keberatan dan menghalanginya pergi ke Makkah, akan tetapi kami tidak memiliki cukup uang untuk mengirimnya dalam waktu dekat ini.”

”Apakah cita-citamu yang lain ?” tanya wartawan. “Aku bercita-cita agar Palestina kembali ke tangan kaum muslimin. Ini adalah bumi mereka yang dicuri oleh orang-orang Israel (Yahudi) dari mereka.” jawab Muhammad

Ibunya melihat kepadanya dengan penuh keheranan. Maka diapun memberikan isyarat bahwa sebelumnya telah terjadi perdebatan antara dia dengan ibunya sekitar tema ini. Muhammad berkata, ”Ibu, engkau belum membaca sejarah, bacalah sejarah, sungguh benar-benar telah terjadi perampasan terhadap Palestina.”

”Apakah engkau mempunyai cita-cita lain ?” tanya wartawan lagi. Muhammad menjawab, “Cita-citaku adalah aku ingin belajar bahasa Arab, dan menghafal Al Quran.” “Apakah engkau berkeinginan belajar di negeri Islam ?” tanya wartawan. Maka dia menjawab dengan meyakinkan : “Tentu”

”Apakah engkau mendapati kesulitan dalam masalah makanan ? Bagaimana engkau menghindari daging babi ?” Muhammad menjawab, ”Babi adalah hewan yang sangat kotor dan menjijikkan. Aku sangat heran, bagaimanakah mereka memakan dagingnya. Keluargaku mengetahui bahwa aku tidak memakan daging babi, oleh karena itu mereka tidak menghidangkannya untukku. Dan jika kami pergi ke restoran, maka aku kabarkan kepada mereka bahwa aku tidak memakan daging babi.”

”Apakah engkau sholat di sekolahan ?” ”Ya, aku telah membuat sebuah tempat rahasia di perpustakaan yang aku shalat di sana setiap hari” jawab Muhammad. Kemudian datanglah waktu shalat maghrib di tengah wawancara. Bocah itu langsung berkata kepada wartawan,”Apakah engkau mengijinkanku untuk mengumandangkan adzan ?”

Kemudian dia berdiri dan mengumandangkan adzan. Dan tanpa terasa, air mata mengalir di kedua mata sang wartawan ketika melihat dan mendengarkan bocah itu menyuarakan adzan.

Subhanallah

edited by:

Yusuf Adi Nugroho

B04100022 / Fak. Kedokteran Hewan

Institut Pertanian Bogor

KOMPAS.com — Tahukah Anda, bahan-bahan dapur seperti bawang putih dan cabai merah dapat membasmi hama tanaman? Menurut Guntoro, staf alhi perkebunan Taman Buah Mekarsari, pestisida atau pembasmi hama tanaman yang berasal dari bahan alami lebih ramah lingkungan dan mudah dibuat.

Untuk membuat insektisida dari bawang putih, misalnya, cukup dengan menghaluskan satu siung bawang putih, mencampurnya dengan dua gelas air, lalu membiarkannya dalam wadah tertutup selama satu hari. “Satu siung untuk dua gelas ditutup semalaman atau difermentasikan, disaring, bisa buat semprot hama,” ujar Guntoro dalam acara Green Community ulang tahun ke-25 PT KAO, Jumat (18/12/2009) di Kelurahan Cikoko, Pancoran, Jakarta Selatan.

Pestisida dari bawang putih ini efektif mencegah ulat atau bercak putih pada daun. Selain bawang putih, tembakau yang diambil dari puntung rokok juga berguna dalam mengusir hama semut merah dan penyakit busuk batang pada tanaman. Pembuatannya mirip dengan pembuatan pestisida bawang putih.

“Puntung rokok dikumpulin tembakaunya, ambil satu genggam, masukin ke segelas air mendidih, lalu fermentasi satu malam. Akan jadi pestisida organik ramah lingkungan,” kata Guntoro.

Selain bawang putih dan tembakau, ada beberapa bahan alami lain yang bisa dijadikan pestisida seperti bunga kenikir, cabe merah yang busuk, daun sirsak, atau daun pepaya. Pestisida ini dinilai ramah lingkungan sehingga pemakaian yang berlebihan pun tidak akan berbahaya.

Cara pembuatan pestisida ini disampaikan dalam acara memperingati ulang tahun ke-25 PT KAO. Dalam acara ini, PT KAO bekerja sama dengan Mekarsari menyumbang 150 bibit buah tambulampot untuk kelurahan Cikoko dan mengadakan pengarahan cara perawatan tambulampot untuk warga.

edited by:

Yusuf Adi Nugroho

B04100022 / Fak. Kedokteran Hewan

Institut Pertanian Bogor

Oleh : Yusuf Adi Nugroho (B04100022 / Fak. Kedokteran Hewan IPB)

Pengertian pertanian dalam arti sempit hanyalah diartikan sebagai proses budidaya tanaman untuk pangan saja, namun dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian telah diartikan dalam suatu kegiatan manusia yang termasuk di dalamnya yaitu bercocok tanam, peternakan, perikanan, dan juga kehutanan selain itu, pertanian juga dapat diartikan sebagai pembudidayaan makhluk non tanaman seperti ikan, ternak, dan tanaman yang bukan untuk dimakan (non pangan) seperti budidaya hutan dalam bentuk hutan tanaman industri dan lain-lain.

Indonesia, sebagai salah satu Negara maritim (sebagaian besar wilayahnya perairan) dengan luas lautan 5,8 juta km2 atau 2/3 dari total seluruh luas wilayah RI dan panjang pantai 95.1818 km, memiliki peran yang sangat strategis dalam hal produksi perikanan tangkap yang sungguh luar biasa. Selain faktor Negara maritim, Indonesia juga diuntungkan dari segi geografis. Indonesia diapit oleh dua benua yaitu Benua Asia dan Benua Australia, serta diapit oleh dua samudera yaitu Samudera Hindia dan Samudera Pasifik.

Indonesia terletak pada jalur perdagangan strategis internasional karena laut-laut Indonesia selalu dilewati oleh kapal-kapal dagang asing yang secara langsung maupun tidak langsung memberikan tambahan devisa bagi pemerintah. Namun juga tak jarang, kapal-kapal asing yang memanfaatkan kondisi geografis dan lemahnya sistem pengamanan wilayah perairan Indonesia untuk melakukan penangkapan ikan secara ilegal (illegal fishing).

Menyadari potensi perikanan tangkap yang sangat luar biasa dan belum diekploitasi secara maksimal, pemerintah mulai menggandeng mahasiswa sebagai ujung tombak pembangunan masa depan bangsa yang tercerahkan untuk turut serta dalam program pemerintah dalam menjadikan Indonesia sebagai produsen perikanan tangkap terbesar dunia.

Mahasiswa dinilai memiliki peran yang sangat strategis dalam rangka alih informasi dan teknologi kepada para nelayan-nelayan tradisonal. Mahasiswa dianggap mampu dalam hal melakukan penyuluhan dan transfer pemikiran kepada para nelayan tradisional. Banyak kendala yang dihadapi oleh nelayan tradisional, diantaranya kurangnya sarana dan prasarana untuk melakukan kegiatan penangkapan ikan, kurangnya dukungan pemerintah dalam hal permodalan, dan kurang adanya suau transfer atau alih pengetahuan dari pemerintah (Kementrian Kelautan dan Perikanan) kepada para nelayan tradisional.

Menurut Prof. Indra Jaya (Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB), pada tahun 2005-2010 produksi perikanan RI lebih dari 10 juta ton. Dari angka 10 juta ton masih terbagi lagi menjadi produksi perikanan tangkap dan perikanan budidaya. Tahun 2006, Indonesia menempati urutan ke-4 produsen perikanan laut dunia dengan kapasitas produksi 4,8 juta ton. Produksi perikanan laut Indonesia relative stagnan, namun kontribusinya terhadap total produksi terus menurun, sedangkan produksi perikanan budidaya terus berkembang.

Semula, komoditas perikanan tangkap dikuasai oleh Negara Jepang, namun seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, saat ini Negara Cina yang menguasai perikanan tangkap menggantikan peran Jepang. Cina memiliki banyak kapal penagkap ikan berskala besar, di mana secara penguasaan teknologi, Cina lebih berani berinovasi daripada Jepang. Kapal-kapal penangkap ikan berskala besar yang dimiliki Cina tersebar di hampir seluruh wilayah perairan di dunia. Jadi tidak heran jika Cina telah menggantikan peran Jepang sebagai Negara penghasil perikanan tangkap terbesar dunia.

Akses perairan di Indonesia masih sangat terbuka dalam kaitannya untuk meningkatkan hasil dari perikanan tangkap nasional. Laut kita dapat diibaratkan sebagai kolam renang yang kosong. Hal ini dikarenakan para nelayan kita dengan segala keterbatasan peralatan melautnya, hanya dapat melakukan aktivitas penangkapan ikan di sekitar pesisir laut. Sehingga potensi perikanan tangkap yang sangat besar yang berada di lepas pantai (off shore) kurang dapat dimanfaatkan/ terekploitasi dengan baik.

Hal tersebut di atas berimplikasi pada rendahnya tingkat penghasilan/ pendapatan para nelayan itu sendiri. Tidak jarang, biaya yang dikeluarkan oleh para nelayan untuk sekali melakukan usaha penangkapan ikan lebih besar daripada hasil yang diperoleh dari tangkapan ikan. Sehingga tidak jarang para nelayan bukannya mendapatkan keuntungan namun justru merugi. Kecenderungan dari para nelayan di Indonesia saat ini adalah mereka hanya mengejar ikan bukan menangkap ikan. Hal ini disebabkan karena mereka (nelayan) tidak memiliki teknologi yang memadahi untuk menentukan fishing ground (fishes spot). Perlu adanya pengembangan perikanan jarak jauh (distant fishing), termasuk pangkalan penangkapan ikan, manajemen armada penangkapan ikan, tenaga terampil dan handal.

Merespon tantangan peningkatan produksi perikanan tangkap Indonesia, pemerintah mengeluarkan kebijakan revolusi biru (blue revolution). Revolusi biru adalah perubahan mendasar cara berpikir dari daratan ke maritim dengan konsep pembangunan berkelanjutan untuk peningkatan produksi kelautan dan perikanan melalui Program Nasional Minapolitan yang intensif, efisien, dan terintegrasi guna peningkatan pendapatan rakyat yang adil, merata, dan pantas.

Minapolitan adalah konsep pembangunan kelautan dan perikanan barbasis wilayah dengan pendekatan dan sistem manajemen kawasan dengan prinsip-prinsip : integrasi, efisiensi, kualitas, dan akselerasi. Kawasan Minapolitan merupakan kawasan ekonomi yang terdiri dari sentra-sentra produksi dan perdagangan komoditas kelautan dan perikanan, jasa, perumahan, dan kegiatan lainnya yang saling terkait.

Program Minapolitan mempunyai beberapa tujuan diantaranya meningkatkan produksi, produktivitas, dan kualitas ikan hasil tangkapan, meningkatkan pendapatan nelayan, pembudidaya dan pengolah ikan yang adil dan merata, serta mengembangkan kawasan Kawasan Minapolitan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di daerah.

Menurut Dr. Sunoto, MES (Staf Kementrian Kelautan dan Perikanan), ada empat pilar revolusi biru yaitu perubahan cara berpikir dan orientasi pembangunan dari daratan ke maritim, pembangunan berkelanjutan, peningkatan produksi kelautan dan peikanan, dan peningkatan pendapatan rakyat yang adil, merata, dan pantas.

Berkaitan dengan kebijakan pemerintah tentang revolusi biru (blue revolution), mahasiswa memiliki berbagai macam peran strategis dalam mendukung kebijakan tersebut. Sebagai akademisi mahasiswa mau dan mampu menggali dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi produksi inovatif, mengkritisi kebijakan, dan melaksanakan kegiatan pendampingan : melaului program kuliah kerja nyata perguruan tinggi dan sukarela (voluntary).

Selain itu, mahasiswa sebagai pelaku usaha muda juga memiliki peran strategis diantaranya merintis usaha peikanan budidaya, mengembangkan jaringan kerja antar profesional muda dalam menggerakkan jaringan bisnis kelautan dan perikanan, mengembangkan teknologi tepat guna dalam manajemen usaha untuk pelaku uatama, serta mampu beradaptasi dan mitigasi terhadap isu-isu kontemporer, seperti purubahan iklim (climate change), globalisasi (globalitation), ketahanan pangan (food safety), dan ramah lingkungan.

Oleh : Yusuf Adi Nugroho (B04100022 / Fak. Kedokteran Hewan IPB)

Sejalan dengan terus meningkatnya populasi penduduk Indonesia yang pada tahun 2010 diperkirakan mencapai 230 juta penduduk, baik penduduk usia produktif maupun penduduk anak-anak, kebutuhan akan bahan pangan terus melonjak secara signifikan dari tahun ke tahun terutama bahan makanan pokok seperti beras, jagung, gandum, dan lain-lain.

Peluang peningkatan konsumsi masyarakat yang terus meningkat secara drastis akan bahan makanan pokok seperti beras, jagung, dan gandum belum bisa dimanfaatkan sebagai sebuah kesempatan emas bagi Indonesia sebagai Negara yang telah terkenal sebagai Negara dengan sebagian penduduknya bekerja di bidang agraris atau pertanian.

Hal yang paling menyedihkan adalah fakta di lapangan menunjukkan bahwa para petani Indonesia hanya memiliki lahan rata-rata sekitar 0,3 ha. Fakta yang paling menyayat hati kita adalah, dari penguasaan lahan kerja sebesar rata-rata 0,3 ha, banyak dari lahan tersebut bukan milik pribadi sang petani. Kadangkala mereka hanya bekerja sebagai “buruh penggarap” lahan dan kemudian mendapatkan upah yang sebenarnya tidak dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari terlebih kebutuhan lainnya seperti : pendidikan anak, rumah yang layak, dan lain-lain.

Telah banyak lembaga-lembaga, baik lembaga pemerintah maupun  non pemerintah yang telah melakukan survei tentang hal tersebut. Idealnya, seorang petani memiliki lahan seluas kurang lebih 1- 2 ha. Dengan lahan seluas itu, barulah seorang petani dianggap telah mendapat hasil dari jerih payahnya atau telah mencapai suatu titik ekulibrum (titik impas) dalam masa tanam padi hingga masa panen padi.

Dengan segala ketidakmampuan yang dimiliki oleh seorang buruh tani, mereka tidak dapat melawan apa yang dinamakan sebagai kemajuan zaman. Di era global seperti saat ini, kaum kapitalis (pengusaha atau pemodal), berusaha sekuat tenaga untuk melakukan ekspansi usaha yang dimilikinya dalam bentuk pembangunan pabrik-pabrik baru, yang secara langsung akan mengurangi jumlah lahan pertanian produkif milik petani yang secara langsung pula berdampak pada menurunnya kapasitas produksi beras nasional. Selain itu, dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk, maka kebutuhan akan rumah akan berbanding lurus tehadap laju peningkatan penduduk.

Dari tahun ke tahun, laju konversi dari lahan pertanian produktif menjadi lahan bangunan, baik bangunan pabrik-pabrik industri maupun perumahan-perumahan sangat mengerikan. Hal tersebut didorong oleh banyak alasan, antara lain kebutuhan seorang petani atau pemilik lahan akan uang segar yang selanjutnya akan digunakan untuk menyekolahkan anak, membuat usaha baru, dan lain-lain. Lambat namun pasti, perubahan pola pikir masyarakat agraris menjadi masyarakat modern telah terjadi.

Beberapa tahun belakangan, banyak pakar kesehatan menyarankan perlunya pasangan untuk “pisah ranjang”. Pisah ranjang yang dimaksud disini adalah tidur sendiri-sendiri pada malam hari, apabila salah satu pihak tidak tahan dengan kebiasaan tidur pasangannya. Misalnya, yang satu ingin lampu dimatikan, yang lain tidak. Atau, suami sering mendengkur sehingga istri jadi sulit tidur.

Hanya karena pisah ranjang dengan alasan di atas, pasangan tidak perlu khawatir mereka akan berpisah betulan. Bahkan Neil Stanley, peneliti masalah tidur dari Norfolk and Norwich University Hospital, mengatakan, “Orang yang kelelahan akan lebih menyedihkan, dan lebih punya banyak resiko bercerai.” Keharusan berbagi tempat tidur, menurut Stanley, hanyalah suatu norma budaya, tanpa ada dasar ilmiahnya.

Sebuah artikel yang dimuat di The New York Times belum lama ini menyebutkan, makin banyak pasangan yang tidur terpisah. Hampir 1 dari 4 pasangan Amerika tidur sendiri-sendiri. The National Association of Home Builders bahkan memperkirakan, 60 persen rumah tangga akan memiliki dua kamar tidur utama sebelum 2015.

Mungkin akan banyak dari anda akan berpikir, benarkah tren ini perlu dilakukan? Memang kadang-kadang kebiasaan tidur pasangan yang menjengkelkan bisa membuat stres berkepanjangan. Tetapi bagaimana bila hal itu justru memicu konflik dalam hubungan?
Bertentangan dengan pendapat Neil Stanley, Tina B. Tessina, Ph.D, psikoterapis dan penulis buku Money, Sex, and Kids : Stops Fighting About the Three Things That Can Ruin Your Marriage, mengstsksn bahwa tidur terpisah bisa membuat hubungan Anda terpengaruh.

Bahkan yang lebih parah adalah hal tersebut dapat mengakibatkan pasangan lebih mudah saling menghindar, padahal yang dibutuhkan adalah koneksi dan kontak.

Menurut Tessina, ada hal-hal yang lebih memotovasi pasangan untuk tidur di ranjang yang sama:

*Pria bisa tidur lebih nyenyak ketika bersama pasangannya. Inilah yang ditemukan oleh para penelit, seperti dituangkan dalam studiyang dipublikasikan di jurnal Sleep and Biological Rhythms. Maka tak ada salahnya Anda berdua mengusahakan jalan keluar untuk perbedaan kebiasaan tidur, supaya Anda sama-sama mendapatkan tidur yang berkualitas. Tidak ada yang benar dan tidka ada yang salah dalam hal ini.

*Kamar juga memberikan suatu intimasi. Waktu tidur jangan hanya diasumsikan sebagai tidur. Dari saling memeluk sambil membaca atau menonton TV, hingga berhubungan intim merupakan esensi sari waktu tidur itu sendiri. Aktivitas pribadi ini sangat penting, khususnya jika Anda sudah memiliki seorang anak. Anak sewaktu-waktu akan membutuhkan Anda di sisinya, sehingga jadwal hubungan seks Anda tidak lagi spontan, melainkan harus terjadwal.

*Lakukan pillow talk bersama pasangan anda pada jam istirahat karena itu adalah momen terbaik. Setelah seharian meluangkan waktu di kantor untuk beraktifitas, inilah saatnya untuk Anda berbicara intim tentang mimpi-mimpi anda berdua, hal-hal yang meresahkan Anda sebagai pribadi, atau mensyukuri kebersamaan dan kebahagiaan yang Anda berdua alami. Kunci pintu kamar Anda supaya anak tidak mendadak masuk, matikan ponsel, TV, radio, dan sebagainya.

*Meringkuk dalam pelukan pasangan, dan berbicara dalam kesunyian adalah hasrat terbesar dalam kehidupan perkawinan. Pasangan yang tahu bagaimana melakukannya, dan rutin melakukannya, akan jauh lebih harmonis daripada pasangan yang tidak melakukannya.

Allah Bersama Orang-orang Yang Sabar

Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (QS. Al Baqarah:153)

Allah bersama-sama orang yang sabar, menguatkan, memantapkan, meneguhkan, mengawasi, dan menghibur mereka. Allah sebagai tempat bergantung, sehingga kita akan terlepas dari keputus-asaan saat menjalani perjuangan.

Hidup memang penuh dengan perjuangan, tetapi selama kita bersabar kita tidak perlu takut karena Allah bersama orang-orang yang sabar.